Dijual Tanah di Yogyakarta, luas 4.500m persegi, strategis, 10 menit dari bandara Adisucipto, 5 menit dari Ambarukmo Plaza, timur Jogja Expo Center (JEC) masuk ke utara, pinngir jalan, truk bisa masuk. Berminat Hub: +628122699981
Majunya Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai calon presiden merupakan sebuah polemik yang harus segera dicari pemecahannya. Di satu sisi, Sultan mempunyai keinginan untuk dapat yang cukup kuat untuk memperbaiki negeri ini, Sultan mengaku semakin tidak tahan melihat penderitaan rakyat. Setelah 10 tahun reformasi berlalu, tidak ada perubahan mendasar yang berujung pada kesejahteraan masyarakat maupun terbentuknya pemerintahan yang baik dan benar. Semakin Kemiskinan dan pengangguran semakin marak dan bangsa tidak bisa kompetitif menatap masa depan. Dalam kesempatan itu, Sultan menegaskan siap kalah dalam pertarungan politik.
Namun di sisi lain ada kekhawatiran sebagian masyarakat, dengan majunya sultan sebagai presiden maka secara otomatis Sultan akan mundur dari posisi sebagai Gubernur DIY, hal inilah yang dikhawatirkan akan mengancam keistimewaan Yogyakarta. Sementara itu hingga saat ini belum ada kejelasan siapa penggantinya, apakah dari trah kesultanan atau tokoh dari luar kraton.Read the rest of this entry »
Sistim Penanggalan Jawa lebih lengkap dan komprehensif apabila dibandingkan dengan sistim penanggalan lainnya, lengkap dan komprehensifnya adalah suatu pembuktian bahwa ketelitian Jawa dalam mengamati kondisi dan pengaruh seluruh alam semesta terhadap planet bumi seisinya termasuk pengaruh kepada pranatan kehidupan manusia, dapat disampaikan antara lain adanya rumusan tata penanggalan jawa sebagai berikut :
sebuah wacana tentang sistem tata nilai budaya Yogyakarta yang kadang terlupakan!!!!!!!
TATA NILAI BUDAYA YOGYAKARTA
Istilah budaya atau kebudayaan memiliki cakupan makna yang amat luas, karena pada hakikatnya kebudayaan merupakan seluruh aktivitas manusia, baik yang bersifat lahiriah maupun batiniah. Memahami aktivitas manusia sebagai makhluk sosio-kultural berarti melahirkan tuntutan untuk memahami sistem atau konfigurasi nilai-nilai yang dipegang oleh manusia, karena cara berpikir, cara berekspresi, cara berperilaku, dan hasil tindakan manusia pada dasarnya bukan hanya sekadar reaksi spontan atas situasi objektif yang menggejala di sekitarnya, melainkan jauh lebih dalam dikerangkai oleh suatu sistem atau tata nilai tertentu yang berlaku dalam suatu kebudayaan.
Suatu tata nilai budaya tertentu tidak selalu terumuskan secara eksplisit dan sistematik, namun biasanya diam-diam telah bersemayam dalam kesadaran kolektif masyarakat bersangkutan. Sistem nilai yang dimaksud biasanya meresap dan menggejala dalam ide-ide, gagasan-gagasan, bahkan keyakinan-keyakinan tertentu yang menjadi kerangka penuntun cara berpikir sekaligus isi pikiran, yang pada gilirannya terekspresikan dalam pola perilaku dan hasil-hasilnya yang kongkrit dalam kehidupan. Penyusunan naskah ini dimaksudkan agar tata nilai budaya Yogyakarta terumuskan secara eksplisit dan sistematik sehingga dapat dijadikan acuan dan sumber inspirasi bagi penyusunan strategi dan kebijakan pembangunan kebudayaan.
Nontoni adalah upacara untuk melihat calon pasangan yang akan dikawininya. Dimasa lalu orang yang akan nikah belum tentu kenal terhadap orang yang akan dinikahinya, bahkan terkadang belum pernah melihatnya, meskipun ada kemungkinan juga mereka sudah tahu dan mengenal atau pernah melihatnya.
Agar ada gambaran siapa jodohnya nanti maka diadakan tata cara nontoni. Biasanya tata cara ini diprakarsai pihak pria. Setelah orang tua si perjaka yang akan diperjodohkan telah mengirimkan penyelidikannya tentang keadaan si gadis yang akan diambil menantu. Penyelidikan itu dinamakan dom sumuruping banyu atau penyelidikan secara rahasia.
Setelah hasil nontoni ini memuaskan, dan siperjaka sanggup menerima pilihan orang tuanya, maka diadakan musyawarah diantara orang tua / pinisepuh si perjaka untuk menentukan tata cara lamaran…………..
Traffic Light Counter di beberapa persimpangan di kota Jogjakarta merupakan pemandangan yang masil lumayan baru. Tapi sangat disayangkan jika pemandangan tersebut akhirnya tertutup oleh sesuatu yang tidak semestinya.
Perjuangan hidup sebuah keluarga dalam mencari nafkah yang halal yang terkadang diluar bayangan kita semua. Demi untuk membewa barang dagangan maka engan cara apapun akan dilakukan
Walau sudah dimakan usia namun ibu yang satu ini tak ternah mengenal lelah dalam memperjuangkan hidupnya. Memulai aktivitas pada pukul 4 pagi mngurusi keluarga, dan berangkat ke pasar pada puluk 8, pulang pada puluk 04.30 WIB. Sesuatu yang tidak mudah untuk dijalani oleh seseorang seusia beliau.
Jika melihat dari sisi keindahan kota dapat di pastikan bertolak belakang, namun jika kita melihat dari sisi kemanusiaan pemandangan ini merupakan wujud sebuah kekuatan dari manusia untuk mempertahankan hidupnya. Betapapun kondisinya, mereka masih bisa tertawa riang
Perjuangan hidup sebuah keluarga dalam mencari nafkah yang halal yang terkadang diluar bayangan kita semua. Demi untuk membewa barang dagangan maka engan cara apapun akan dilakukan