my journey
SEBUAH CERITA DARI KOMODO
Kita semua pasti sudah mengetahu bahwa komodo merupakan “kekayaan Indonesia” yang sangat berharga, dan ternyata emang bener-bener berharga dam sangat indah.
pertengahan puasa kemaren saya berkesempatan datang dan berkeliling di Komodo untuk urusan kantor dan melihat semua keindahan kawasan ini, mulai dari hewan komodonya, sampe kehidupan bawah lautnya yang WOW banget.
Karena saya datang dari pulau sebelah (Bima NTB), maka kedatangan saya disambut oleh pelabuhan laut Labuhan Bajo setelah 8 jam termenung dan memandang pulau-pulau gersang dari kapal ferry “Cengkih” yang membawaku dari Sape (NTB). Sesampainya di Labuhan Bajo langsung disambut oleh “taxi” yang bentuknya family car dan mengantarku sampai di Gardenia Hotel, mungkin lebih tepatnya cottage. Salah satu hotel terbaik di kota ini, gak ada AC sih, adanya kelambu buat penangkis nyamuk yang super besar itu.

Makan Malam pertama sunguh jadi kejutan, menunya JUMBO, tapi Juicenya uenak dan kental, berasa banget lah, dan murah.
Pagi hari yang ditunggu.
Setelah sarapan dan memesan kapal karena transportasi utama di kawasa ini adalah kapal, kama aku dan seorang teman mulai bergerak menuju pualu-pulau kecil di sekitar Labuhan Bajo dan berhenti di Pulau Bidadari (inget kasus jual beli pulau), TOPPP banget. Pasir putih, ombak tenang, terumbu lengkap, suasana tenang, matahari hangat, airnya jernih dan sama sekali gak pedih di mata.




Hampir seharian berenang dan berjemur (kayak bule) akhirnya aku pulang lagi ke hotel, sorenya aku jalan berkeliling Labuhan Bajo yang kebetulan kota kecil dengan “Bemo” (angkot). Seperti kota-kota kecil lainnya, kendaraan angkutan umum yang ada pastilah “Full Music” dan full entertain. Tapi sayangnya fasilitas kota yang ada sangat terbatas, signal HP aja gak terlalu bagus, bank juga terbatas banget.


Pagi berikutnya dengan kapal mesin temple “Mutis” yang berkekuatan 15 PK melakukan perjalanan ke kepulauan Komodo. Rencananya sih paket perjalanan 2D 1N menginap di atas kapal. Bayangin aja dah serem, tapi ternyata itulah inti perjalanan di Komodo.
Perjalanan dimuai di Pulau Rinca dengan disambut oleh seekor komodo yang tertidur di bawah gate kawasan. Perkiraan panjangnya sekitar 2 m, untungnya pules, jadi bisa dideketin dan foto disitu.








Setelah memasuki gate kawasan, saya disambut oleh seorang ranger dan harus membayar tiket masuk ke kawasan Taman Nasional Komodo sebesar RP. 90.000,- per orang. Paket tracking keliling kawasan ada 3 grade: short trip (3 km, 1 Hour), medium trip (5km, 3hour), long trip (8km, 5hour). Akhirnya saya memutuskan memilih paket yang short trip, itupun ternyata sudah sangat melelahkan dan panas. Maklumlah typical iklim savana memang panas dan kering. Atraksi yang ada antara lain komodo, sarang komodo dengan kedalaman 1-2m, viper snake, kerbau, kera ekor panjang, dan berbagai macam pepohonan.
To be continued………..